Jumat, 05 Juli 2013

Jauh Tak Di Mata, Dekat Pun Tak Di Hati (Áfghan Nuzul)

Áfghan Nuzul
Fakfak, 13 Mei 2012

Jauh tak di mata
Dekatpun tak di hati 
Mungkinkah rasaku telah mati
Mungkin juga karena hati ini terus disakiti
Dahulu kau satu-satunya yang selalu di hati
Aku tetap sabar menanti jawaban yang pasti 
Lelahku juga sudah sampai untuk menahan tangis pedih yang selalu menghampiri
Mungkin kah ini cinta sejati yang selalu di hati 
Membakar hati hingga sulit dipadami
Kebohonganmu yang menyakiti
Aku tak mungkin bertahan lagi
Karena yang kurasakan saat ini 
Jauh tak dimata
Dekatpun tak di hati

Percakapan Kehidupanku, Mencemaskanmu (Nuzul Malik)

Nuzul Malik
Malang, 28.03.2013

Sebelum rambutmu terurai dan percakapan kita selesai
Sebelum kenangan kita dijatuhkan
Aku akan tetap memilihmu sebagai tempat bersandar
Karena segelas anggur dan secangkir teh 
Adalah cara kita menyapa kehangatan
Sudahlah, kamu tak usah seperti gadis kecil yang memegang payung sesudah gerimis
Kesedihan yang kamu perlihatkan dalam tangis,
Tidakkah itu melankolis? 
Di ujung jalan itu kita adalah sepasang lengan yang bertamu
Kita adalah senja yang melepaskan hujan
Sedangkan keindahan tentu saja kita pertahankan
Usah kamu kalungkan debar di jantungku
Karena pada kehidupanku 
Tentu saja aku mencemaskanmu
Mengapa masih saja kamu pertanyakan?
Tenanglah dan usap basah rambutmu
Tidurlah dan pejamkan matamu